Mengenal penyakit GBS-Guillain Barre Syndrome | Zona Berbagi
Headlines News :
Home » » Mengenal penyakit GBS-Guillain Barre Syndrome

Mengenal penyakit GBS-Guillain Barre Syndrome

Written By Smile79 on Friday, August 31, 2012 | 8:59 AM

Mengenal penyakit GBS-Guillain Barre Syndrome

Mengenal penyakit GBS-Guillain Barre Syndrome


Saat tulisan ini saya tulis, bapak saya sedang diam tak berdaya, bahkan sudah beberapa hari tidak bisa makan dan minum lagi karena syaraf menelannya lumpuh oleh penyakit yang bernama GBS ini, melihat kondisi beliau yang semakin hari semakin lemah membuat hati ini menjadi miris, ditambah biaya pengobatan penyakit ini yang sangat tidak bisa dicapai oleh kalangan menengah kebawah seperti saya ini, akhirnya hanya Do'a dan usaha dengan berbagai pengobatan alternatif yang kami dan keluarga lakukan, mudah-mudahan ada jalan dan kesembuhan untuk orang tua saya ini.

Mengingat penyakit ini sangat langka, sampai-sampai beberapa orang kesehatan masih ada yang tidak mengetahui tentang penyakit GBS ini, bahkan menurut informasi yang saya terima bahwa untuk kasus penyakit GBS di Banjarmasin ini baru dua orang, dan salah satunya yaitu orang tua saya tersebut, maka dari itu saya coba mencari-cari artikel tentang penyakit GBS ini sebagai tambahan pengetahuan bagi saya pribadi dan saya coba share di sini untuk menambah pengetahuan teman-teman sekalian, agar kita bisa mencegahnya sedini mungkin.

Apa itu GBS?

Guillain Barre Syndrome (GBS) atau yang dikenal dengan Acute Inflammatory Idiopathic Polyneuropathy (AIIP) atau yang bisa juga disebut sebagai Acute Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (AIDP) adalah gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian dari sistem saraf perifer. Gejala pertama dari gangguan ini meliputi berbagai tingkat sensasi kelemahan atau kesemutan di kaki. Dalam banyak kasus sensasi kelemahan dan abnormal menyebar ke lengan dan tubuh bagian atas. Gejala ini dapat meningkatkan intensitas sampai otot-otot tertentu tidak dapat digunakan sama sekali dan, bila berat, pasien hampir sepenuhnya lumpuh

GBS adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun. GBS mengambil nama dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barré (baca Barre), yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis. Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria. Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, ternifeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.

Apa gejala GBS?

Gejala awal antara lain adalah: rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar sesuatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll)

Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.

Gejala tahap berikutnya disaat mulai muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah hilang fungsi.

Apa penyebab GBS?

Penyakit ini timbul dari pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang

Karena banyak syaraf yang terserang termasuk syaraf immune sistem maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau. Dengan tidak diperintahkan dia akan mengeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh ditempat-tempat yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya.

atau dalam artikel lainnya yang saya baca yaitu
Kondisi yang khas adalah adanya kelumpuhan yang simetris secara cepat yang terjadi pada ekstremitas yang pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Tetapi dalam beberapa kasus juga terdapat data bahwa penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya kelainan autoimun.
Penyebab yang pasti sampai saat ini belum diketahui. Tetapi pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus. Sedangkan untuk penyebab bakteri paling sering oleh Campylobacter jejuni.
Lebih dari 60% kasus mempunyai faktor predisposisi antara satu sampai beberapa minggu sebelum onset, antara lain :
- Peradangan saluran napas bagian atas
- Vaksinasi
- Diare
- Kelelahan
- Peradangan masa nifas
- Tindakan bedah
- Demam yang tidak terlalu tinggi

PERJALANAN PENYAKIT

 sistem kekebalan tubuh mulai menyerang tubuh sendiri, menyebabkan apa yang dikenal sebagai penyakit autoimun. Biasanya sel-sel sistem kekebalan tubuh hanya menyerang bahan asing dan menyerang organisme. Dalam sindrom Guillain-Barré, bagaimanapun, sistem kekebalan tubuh mulai menghancurkan selubung mielin yang mengelilingi akson dari saraf perifer banyak, atau bahkan akson sendiri (akson yang panjang, ekstensi tipis sel-sel saraf, mereka membawa sinyal saraf). Selubung mielin yang mengelilingi akson kecepatan sampai transmisi sinyal saraf dan memungkinkan transmisi sinyal jarak jauh.

Dalam penyakit di mana selubung myelin saraf perifer ‘terluka atau rusak, saraf tidak dapat mengirimkan sinyal efisien. Itulah mengapa otot mulai kehilangan kemampuan mereka untuk menanggapi, otak perintah perintah yang harus dilakukan melalui jaringan saraf. Otak juga menerima sinyal sensorik lebih sedikit dari seluruh tubuh, yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk merasakan tekstur, sensasi panas, nyeri, dan lainnya. Bergantian, otak dapat menerima sinyal yang tidak tepat yang mengakibatkan kesemutan, “merangkak-kulit,” atau sensasi menyakitkan. Karena sinyal ke dan dari lengan dan kaki harus perjalanan jarak terpanjang mereka yang paling rentan terhadap gangguan. Oleh karena itu, kelemahan otot dan sensasi kesemutan biasanya pertama kali muncul di tangan dan kaki keatas kemajuan.

Ketika Guillain-Barre didahului oleh infeksi virus atau bakteri, adalah mungkin bahwa virus telah mengubah sifat sel-sel dalam sistem saraf sehingga sistem kekebalan tubuh memperlakukan mereka sebagai sel asing. Hal ini juga mungkin bahwa virus membuat sistem kekebalan tubuh sendiri kurang diskriminatif tentang apa sel yang mengakui sebagai sendiri, yang memungkinkan beberapa sel kekebalan tubuh, seperti beberapa jenis limfosit dan makrofag, untuk menyerang myelin. Limfosit T peka bekerja sama dengan limfosit B untuk memproduksi antibodi terhadap komponen selubung mielin dan dapat berkontribusi pada kerusakan myelin

Bagaimana GBS dapat ter-diagnosa?

Diagnosa GBS didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari riwayat penyakit, obat2an yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2 yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit lainnya.

Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test:

1. Darah lengkap

2. Lumbar Puncture

3. EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya GBS, dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?

Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien melemah dalam waktu relatif singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.

Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.

Apakah GBS menyakitkan?

Ya dan tidak. Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat GBS. Terutama didaerah tulang belakang dan lengan dan kaki. Namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energi, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita GBS.


Apakah pasien GBS membutuhkan perawatan khusus?

Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien memrlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.

Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di;

1. Bernafas

2. Kemampuan menelan

3. Susah batuk

Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.

Berapa lama pasien dapat sembuh?

Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.

Adakah obat untuk penyakit ini?

Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt - 4,5 jt rupiah /botol (saat tulisan ini saya tulis dokter telah menawarkan harga obat tersebut 2.7 jt rupiah/botol) biasanya obat ini diinfuskan ke pasien dg jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Desi dg berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG Desi menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).

PENCEGAHAN

Karena penyebab pasti GBS tidak dapat menunjuk, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya. Namun, penting untuk segera mencari perawatan  untuk setiap gejala kelemahan otot dan hilangnya refleks. Perawatan dini meningkatkan prospek untuk pemulihan.

PENGOBATAN ALTERNATIF

Nah karena minimnya pengetahuan tentang penyakit ini, mungkin bagi teman-teman yang mengetahui obat atau terapy alternatif yang biayanya terjangkau bagi kalangan menengah kebawah bisa comment dan share di sini, thanks ya........

Sumber : PerawatTegal

Update hari ini 13/09/2012
Setelah kurang lebih 2 bulan berjuang keras melawan GBS akhirnya orang tua saya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Terima kasih saya ucapkan kepada semua teman-teman yang sudah mensuport saya selama merawat beliau.....
Share this article :
Disclaimer: Artikel, gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami dengan memberikan komentar yang bijak di bawah ini.

3 comments:

  1. Saya penderita GBS dari bulan februari 2012. Puji tuhan saya sembuh dari sakit ini tanpa harus terapi plasmapheresis ataupun gamunex. Untuk sharing dapat menghubungi saya di 089613811165

    ReplyDelete
  2. saya penderita GBS 28 Oktober 2009, saya sudah menghabiskan 10 botol gamaras dan waktu itu harga perbotol 3,25 jt belum termasuk biaya perawatan. saya dirawat di rumah sakit sekitar 20 hari. Alhamdullilah kondisi saya sekarang 95% sudah kembali normal. saya sudah mencoba terapi mulai dari fisioterapi sampai ke terapi alternatif. dan semua itu kecil sekali perubahan yang saya alami. dan kemudian dokter menyarankan saya untuk teraphi renang dan akhirnya saya lakukan teraphi renang seminggu 2 kali. alhamdullillah dengan ijin allah kondisi saya berangsur membaik. semangat, yakin, ikhtiar dan do'a Insya Allah, Allah akan menyembuhkan kita seperti semula. share (081249146810)

    ReplyDelete
  3. sekedar berbagi informasi kalau ada butuh info mengenai solusi penyakit autoimunitas spt Lupus, GBS, Alergi dll bisa hub saya di 082122739220 dan 081808717500.

    ReplyDelete

 
Support : Creating Website | Huzna Souvenir
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Zona Berbagi - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template