Dealek | Zona Berbagi
Headlines News :

Dealek

Written By MAS IRTIQAIYAH BANJARMASIN on Wednesday, November 5, 2014 | 8:56 PM



BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Sebagaimana kita ketahui produk budaya berupa bahasa, sering kali mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan masyarakat itu sendiri sebagai penuturnya. Bangsa Arab  adalah sebuah kelompok etnik yang heterogen di sepanjang Timur Tengah dan Afrika Utara. Bangsa Arab aslinya berasal dari Jazirah Arab dan menyebar ke seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara dengan penyebaran agama Islam. Inilah yang menyebabkan perubahan fonologis yang umumnya terjadi pada bahasa-bahasa dunia termasuk bahasa Arab. Sebagaimana bahasa-bahasa pada umumnya, bahasa Arab juga mempunyai dialek-dialek geografis diluar bahasa Arab klasik atau Qur’ani dan Arab Baku.

B.            Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka kami perlu merumuskan masalah sebagai berikut:
1.         Arti Dealek dan manfaat mempelajarinya
2.         Hubungan antara dealek dengan bahasa
3.         Dealek Quraisy dan beberapa keunggulannya







BAB II
PEMBAHASAN
A.           Arti Dealek dan Manfaat Mempelajarinya
Menurut para ahli dialek bahasa Arab atau yang sering disebut dengan (اللهجات ) adalah bahasa dan huruf  yang digunakan oleh sekelompok orang dalam rumpun/masyarakat tertentu yang menyebabkan adanya perbedaan ucapan bahkan bacaan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Menurut Taymur (dalam Chejne, :205) dialek suatu bahasa adalah perkembangan suatu bahasa dalam lingkungan masyarakat dan mengikuti hukum perubahan masyarakat itu sendiri. Ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan dialek bahasa Arab  diantaranya:
1.  Susunan gaya bahasa yang menarik dan sangat mengagumkan. Seseorang yang menguasai dialek bahasa arab fusha/standar dianggap dan diakui sebagai orang berkedudukan tinggi dan terkemuka.
2. Unsur pokok kaidah  dialek bahasa Arab bercampur baur dan berkembang menjadi bentuk yang baru seiring dengan menghilangnya ciri-ciri kedaerahan. Artinya seseorang yang menggunakan bahasa Arab standar akan sulit ditebak dari kabilah manakah ia berasal.
            Pada dasarnya bahasa Arab termasuk  rumpun bahasa semit yaitu suatu bahasa yang dipakai oleh anak cucu Sam (bin Nuh) mereka adalah penghuni daerah antara dua sungai dan Semananjung Arab, seperti bahasa Suryani, Ibrani dan masih banyak lagi. Teks tertua ditemukan berasal dari pasca abad ke-III Masehi, hal ini membuktikan bahwa sebelum datangnya agama kristen bahasa Arab belum ada. Masyarakat Semananjung  Arab terbagi menjadi dua kelompok yaitu: Pertama, masyarakat kota, seperti di Mekah, Yastrib (madinah), Yaman dan negri-negri Hirah disebelah selatan Irak. Kedua, masyarakat Badui (nomad) yang tidak menetap dan hidup berpindah-pindah. Adat istiadat masih kuat dipertahankan. Sampai datangnya Islam dua kelompok masyarakat ini belum terdapat hubungan yang erat dan tidak mengikat tali persatuan.
Bahasa Arab tersebar dengan berbagai dialeknya yang beragam secara global dapat disebut dengan dialek bahasa kampung (badui) dan kota, baik mereka yang tinggal dan tersebar di daerah-daerah, wilayah-wilayah atau negara-negara yang luas, semuanya memiliki kekhasannya tersendiri yang menjadi identitasnya masing-masing, sebagai ciri khas berpikir dan cerminan akan kenasionalismeannya.
Daftar dialek utama di Arab adalah sebagai berikut:
-Dialek Mesir مصري : Dipakai oleh sekitar 76 juta rakyat Mesir.
-Dialek Maghribi مغربي : Dipakai oleh sekitar 20 juta rakyat Afrika Utara.
-Dialek Levantine : Disebut juga Dialek Syam. Dipakai di Syria, Palestina,  Lebanon dan Gereja Maronit Siprus.
-Dialek Iraq عراقي : Mempunyai perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan selatan Iraq.
-Dialek Arab Timur بحريني : Dipakai di Oman, di Arab Saudi dan di Irak bagian Barat.
-Dialek Teluk خليجي : Dipakai di daerah Teluk, yaitu di Qatar, Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia.
Diantara dialek yang sering digunakan sebagai berikut:[1]
1. Thamthamaniah Humair (طمطمانية)
Atsa’aliby mengatakan bahwa Thamthamaniah adalah bahasa kabilah Arab Humair dimana sebagian huruf alif lam ta’rif ( أل) diganti dengan alif dan mim
 ( أم) yang dalam pengucapannya lebih condong ke huruf mim.
Contohnya:
Kata matahari dan bulan mereka menyebutnya (امشمس ) (امقمر). Dalam hadis Abu Hurairah diriwayatkan bahwa ia telah datang menghadap Usman ra, dan Usman berkata: Peperangan telah selesai (الآن طاب امضرب) asli dari kalimat tersebut adalah (طاب الضرب). Dimana alif lam ta’rif diganti dengan mim, dan menurutnya ini adalah bahasa sebagaian orang Yaman.
2. Kaskasah (الكسكسه)
Lahzhah kasykasya yaitu menambahkan huruf Sin (سينا) setelah kaf mukhathab (الكاف) untuk menunjukkan terhadap muannats (feminal).
Contoh:
Kata (memberi) (أعطيتك) dibaca ( أعطيتكس) dan (أكرمتك) dibaca (أكرمتكس).
3. Istintha (الاستنطاء)
Yaitu menggantikan huruf ain (العين) yang disukun dengan huruf nunنون) dan setelahnya adalah huruf Tha (الطاء).
Contoh:
Kata (أعطى) dibaca (أنطى).
4. Khalkhaniah (اللخلخانيه )
Yaitu memperpendek atau meringkas harakat (baris) serta meringankan tekanan pada harakah tasydid.
Contoh:
Kata (كأنك) diringkas menjadi (كنك) dan kata (ما شاء الله) menjadi (ما شا الله).
5.    Tashil (التسهيل )
Yaitu membuang huruf Hamzah (الهمزة) agar lebih mempermudah ucapan. Contoh:
Kata sumur dan gelas (بئر) dibaca (بير) dan (كأس) dibaca (كاس) tanpa penulisan dan penyebutan huruf hamzah.
6. Ar Raswu (الرسو)
Yaitu mengganti huruf  sin (السين) atau zai (الزاي) dengan huruf shad (الصاد) atau sebaliknya.
Contoh:
Kata (سلطان) menjadi  صلطان) atau ( (أسطوره menjadi (أصطوره ).
7. Tanwin Nagham ( تنوين النغم )
Yaitu menggantikan ta ta’nis (تاء التأنيث) dengan Nun Sukun (نون ساكنه).
Contoh:
Kata (زانت) dibaca (زانن), dan (بدت) dibaca (بدن).

-Manfaat mempelajari dealek bahasa Arab
Di Era Globalisasi sekarang ini, mungkin masyarakat lebih tertarik dan giat-giatnya untuk mempelajari bahasa Inggris dengan rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengikuti kursus-kursus bahasa Inggris demi kebutuhan duniawi semata, sehingga tidak banyak tempat yang menyediakan kursus untuk bahasa Arab, sebaliknya untuk masyarakat yang mengerti pentingnya mempelajari bahasa Arab justru semakin menarik minat jutaan penduduk dunia untuk mempelajarinya, karena sebagian istilah Islam berasal dari bahasa Arab. Bahasa Arab juga telah di ajarkan di pesantren-pesantren Indonesia. Banyak Universitas internasional dan beberapa sekolah menengah internasional telah mengajarkan bahasa Arab . Bahasa Arab berkembang semakin luas dengan munculnya software, siaran TV berbahasa Arab, dan pembelajaran online.
Karena itu dapat dikatakan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang unik dan sangat menarik untuk dipelajari dilihat dari segi penulisan, tata bahasa, dialek, juga penuh manfaat jika berhubungan dengan agama islam, seperti yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (2008), bahwa bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Karena jika seseorang tidak berminat atau sama sekali tidak ingin mempelajari bahasa Arab tentu akan menjadi orang yang bodoh dalam keagamaannya.

B.                 Hubungan antara dealek dengan bahasa
Hubungan antar dialek dengan bahasa adalah hubungan antara khusus dan umum karena daerah dialek sangat sempit dan merupakan bagian kecil dari daerah bahasa yang sangat luas. Daerah bahasa baku mencakup bayak dialek, yang masing-masing memiliki ciri-ciri umum. Bahasa memudahkan setiap penutur dialek berkomunikasi satu sama lain, serta memahami dialog yang terjadi diantara mereka.
Bahasa tadinya adalah dialek, lali terjadi berbagai faktor yang mengakibatkan punahnya bahasa ibu. Setelah itu dialek-dialek yang lahir dari bahasa ibu itu menyebar ke berbagai penjuru di muka bumi dengan karakteristik masing-masing. Hal ini terjadi bagi bahasa-bahasa semit yang tadinya adalah dialek-dialek bagi bahasa ibu (Sam) yang telah punah. Contoh lain adalah bahasa Latin yang merupakan induk dari dialek-dialek Romawi yang kemudian menjadi bahasa Italia, Perancis, dan Spanyol. Bahasa Arab pun kini memiliki banyak dialek.
Dalam pandangan para linguis Arab, hubungan antara dialek dan bahasa tidak jelas. Oleh karena itu, sebagian diantara para linguis Arab itu ada yang mencampur adukkan antara dialek dengan bahasa dan menganggap dialek sebagai bahasa dalam bentuk lain. Mereka pun punya argumentasi tentang masalah ini. Hasil penelitian mereka tentang dialek-dialek itu sangat sedikit sekali.

C.                Dealek Quraisy dan beberapa keunggulannya
Dealek Quraisy merupakan dealek yang lebih menonjol di antara dealek-dealek Arab lainnya. Abu Nasrul al-Farabi berkata dalam kitab pertamanya yang dinamakan dengan “Al-faaz wa al-huruf” bahwasanya dealek Quraisy lebih baik dari dealek Arab lainnya karena kefasihan lafaz-lafaznya, mudah diucapkan dan lebih indah didengarkan serta lebih jelas penjelasannya.[2]
Faktor-faktor Keunggulan Bahasa Arab Quraisy
a.Faktor Agama
Suku Quraisy yang bertempat tinggal di sekitar Ka’bah, merekalah yang memelihara, menjaga dan mengurusi tentang peribadatan dan upacara-upacara agama bagi sebagian bangsa Arab pada masa pra Islam dan sesudah Islam.
b.Faktor Ekonomi
Kegiatan perdagangan dan peekonomian sebagian besar dari banga-bangsa Arab ada di tangan orang-orang Quraisy. Mereka menjalankan perdagangan mereka ke penjuru Arab mulai dari daerah sebelah Utara sampai sebelah Selatan. Dengan adanya perdagangan ini, maka kekuasaan ada di tangan suku Quraisy.
c.Faktor Politik
Dalam mengatasi peperangan dan perselisihan suku-suku bangsa Arab banyak yang meminta perlindungan maupun bantuan pada bangsa Quraisy. Suku Quraisy sangat ahli dalam mengatur strategi perang dan urusan ketatanegaraan.
d.Faktor Bahasa
Dealek Quraisy merupakan dealek bahasa Arab yang kaya pembendaharaan kata-katanya, paling baik dan indah susunan dan gaya bahasanya, dan mampu untuk menyatakan dan mengungkapkan isi jiwa, pikiran dan perasaan kepada orang lain.
Dealek Quraisy merupakan dealek Arab terluas yang menjadi suatu kekayaan, dan dialek arab tertinggi dari segi uslubnya, serta menjadi dealek yang paling mampu untuk mengutarakan seni kata yang berbeda. Hal itu disebabkan oleh keutamaan yang telah ditentukan bagi para penuturnya, baik dari segi sarana kebudayaan maupun kesempatan yang banyak untuk memperoleh kesan khusus dengan dealek Arab yang berbeda-beda. Setelah dealek Quraisy betul-betul mengungguli dealek-dealek menjadi  bahasa Arab lainnya dan setelah menjadi bahasa sastra untuk seluruh suku Arab. Alqur’an pun menggunakan dealek Quraisy, maka tidaklah mengherankan jika dealek Quraisy dipahami oleh semua suku. Tidak mengherankan pula, datangnya pengaruh zaman jahiliyah yang merupakan catatan, puisi, khotbah, aturan dan sejenisnya disusun dengan bahasa Quraisy.[3]
Oleh karena itu, dealek Quraisy menjadi penguasa bagi dealek-dealek lainnya baik dalam percakapan sehari – hari maupun dalam ranah kesasasteraan pada setiap suku bangsa Arab yang berbeda – beda. Maka bangsa Arab setiap suku nya membuat syair,orasi dan prosa sastranya dengan menggunakan dealek Quraisy.








BAB III
PENUTUP
A.                Simpulan
Menurut para ahli dialek bahasa Arab atau yang sering disebut dengan (اللهجات ) adalah bahasa dan huruf  yang digunakan oleh sekelompok orang dalam rumpun/masyarakat tertentu yang menyebabkan adanya perbedaan ucapan bahkan bacaan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Menurut Taymur (dalam Chejne, :205) dialek suatu bahasa adalah perkembangan suatu bahasa dalam lingkungan masyarakat dan mengikuti hukum perubahan masyarakat itu sendiri.
Diantara dialek yang sering digunakan sebagai berikut :
1.    Thamthamaniah Humair (طمطمانية)
2.    Kaskasah (الكسكسه)
3.    Istintha (الاستنطاء)
4.    Khalkhaniah (اللخلخانيه )
5.    Tashil (التسهيل )
6.    Ar Raswu (الرسو)
7.    Tanwin Nagham ( تنوين النغم )

B.                 Saran-saran












DAFTAR PUSTAKA

-  Hilal, Abd Ghofar Hamid. 1998. Al-Lahajat Al-Arabiyyah: Nasy’atan Wa Tathawwuran. Kairo: Darul Fikr Al ’Arabi.

-  Ramadhan ‘Abdul Tawab. Fiqh  al-‘Arabiyah. Mesir: Nasyir Maktabah al-Khaniji. 1994.

-  Taufiqurrahman, “Leksikologi Bahasa Arab”, (UIN-Malang Press, 2008),


[1] Hilal, Abd Ghofar Hamid. 1998. Al-Lahajat Al-Arabiyyah: Nasy’atan Wa Tathawwuran. Kairo: Darul Fikr Al ’Arabi. Hal. 34
[2] Ramadhan ‘Abdul Tawab. Fiqh al-‘Arabiyah.(Thabi’ah Tsalisah,1994).
[3] Taufiqurrahman, “Leksikologi Bahasa Arab”, (UIN-Malang Press, 2008), hal. 75
Share this article :
Disclaimer: Artikel, gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami dengan memberikan komentar yang bijak di bawah ini.

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Huzna Souvenir
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Zona Berbagi - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template